RSS

PERKUTUT BURUNG TERMAHAL

23 May

Masyarakat Jawa di Indonesia telah memelihara
perkutut selama berabad-abad. Penggemar burung
ini terus bertambah setiap tahunnya, mulai dari
rakyat jelata sampai kaum ningrat. Tradisi kumpul-
kumpul mendengar kutut manggung sambil
menikmati hidangan ala kadarnya, tampaknya masih berkembang hingga sekarang. Kebiasaan semacam
itu juga yang digemari oleh raja-raja dan bangsawan
tempo dulu. Namun dilihat dari potensinya, bukan
mustahil kelak kekututan diterima khalayak sebagai
budaya internasional.

Selain dianggap mempunyai nilai-nilai budaya
adiluhung, burung magis ini juga dipercaya memiliki
level yang lebih tinggi dibanding burung lainnya.
Salah satunya karena kotoran dan bangkai perkutut
samasekali tidak berbau. Bangkai tersebut langsung
mengering dan hancur sendiri setelah berbulan- bulan.

Pengenalan
Inilah klasifikasi perkutut dalam kamus besar biologi
internasional : Keluarga : Perkutut
Dunia : Animal
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Subklas : Nearnithes Ordo : Colombiformes
Famili : Columbidae
Subfamili : Columbidae
Genus : Columbinae
Genus : Geopelia
Spesies : Geopelia striata Nama Inggris Turtledove
Peacefuldove

Barred grounddove Di seluruh dunia, tercatat 41 marga suku merpati-
merpatian. Penyebarannya sentris, yakni hanya di
Australia dan Asia Tenggara. Columbidae adalah suku
yang tidak berpoligami/poliandri dalam
berpasangan. Dalam satu musim pembiakan, mereka
cuma bertelur 2 butir. Ciri umumnya, burung betina jarang berbunyi dan tidak semerdu yang jantan. Suku
ini mempunyai keistimewaan, di antaranya mampu
menghisap air sehingga tidak perlu mengangkat
kepalanya saat minum. Marga perkutut-perkututan (Geopelia sp.) sendiri
terdiri atas tiga jenis. Satu, Geopelia cuneata (perkutut
Australia). Secara garis besar bulunya coklat
keabuan, terdapat totol-totol putih pada sayap, dan
kulit sekitar matanya berwarna merah. Panjangnya
sekitar 7,6 inchi. Perkutut tutul ini berdomisili di Australia Tengah dan Utara. Dua, Geopelia humeralis
(perkutut besar). Punggungnya bergaris-garis kelam,
dada dan leher berwarna biru keabuan, pundak dan
kuduk merah tembaga, bagian bawah warnanya
merah jambu, serta sayapnya bergaris coklat tua.
Perkutut dengan panjang 11 inchi ini berdomisili di Australia Utara dan Timur Laut (untuk subspesies G.h.
humeralis), serta di Indonesia (untuk subspesies G.h.
gregalis). Tiga, Geopelia striata. Kepala dan leher biru keabuan,
sekitar mata berwarna kehijauan, sayap coklat tua,
dan panjangnya kurang-lebih 9 inchi. Inilah
sebenarnya spesies perkutut yang biasa dilombakan.
Perkutut belang ini masih banyak jenisnya, yaitu : G.s.
clelaudi di Australia Barat; G.s. tranquila di Australia Tengah; G.s. placida di Australia Utara dan Indonesia
(Irian); G.s. papua di Indonesia (Irian bagian selatan);
G.s. audacis di Kepulauan Kei dan Tanimbar; G.s.
maungeus di Indonesia (Sumba dan Sumbawa) serta
Timor, G.s. striata di Birma Selatan sampai Filipina, dan
Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, serta lombok.

) Sumber : genesium.50megs.com
Edited by : seni sangkar

About these ads
 
 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: